Cilacap | Konspirasi.net – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (17/11/2020) dini hari mengakibatkan banjir dan longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Berdasarkan data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, banjir melanda 23 desa yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kroya, Sidareja, Bantarsari, Kedungreja dan Wanareja, Sampang.
Saat di konfirmasi oleh awak media,Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, akibat peristiwa tersebut sebanyak 4.771 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Ketinggian air di masing-masing lokasi bervariasi, antara 20 centimeter hingga 150 sentimeter,” kata Tri kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).
Tri mengatakan, warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Kroya. Sebanyak 2.175 KK yang tersebar di enam desa terdampak banjir dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 150 sentimeter.
Selain itu Tri juga mengatakan ada 4 kecamatan lain yang juga terkena dampak dari banjir di kabupaten Cilacap yaitu Kecamatan Sampang dengan jumlah terdampak berkisar 80kk 240jiwa,dengan ketinggian air sekitar 20-70cm.
Kemudian di Kecamatan Sidareja tercatat sebanyak 1.697 KK di enam desa terdampak banjir dengan ketinggian antara 10 sentimeter hingga 150 sentimeter.
Kecamatan Bantarsari juga menjadi imbas terjangan banjir sebanyak 350 KK menjadi korban banjir di wilayah ini.
Bukan hanya itu, Kecamatan Wanareja juga ikut kebagian jatah banjir, tercatat 522 KK terkena dampak ketinggian air juga beraneka di setiap desa ada yang 5 sentimeter sampai 30 sentimeter, bahkan ada yang setinggi 10 sentimeter hingga 200 sentimeter. Kecamatan Kedungreja juga tidak ketinggalan, sebanyak 260 KK menjadi korban ganasnya banjir.
Selain itu masih di kabupaten yang sama di kecamatan berbeda juga mengalami bencana tanah longsor,yaitu Kecamatan Karangpucung dan kecamatan Cimanggu. Banyak rumah warga dan akses jalan yang hancur dan rusak berat akibat dari bencana tanah longsor itu.
Sampai saat berita ini di terbitkan belum terdata berapa total kerugian material yang di alami oleh warga yang terkena dampak bencana tanah longsor ini
Pihak BPBD daerah setempat telah melakukan peninjauan lokasi kejadian dan Melakukan Assesment bersama Forkompimcam dan dinas terkait untuk menentukan langkah penanganan dari bencana alam ini.
Tri menjelaskan bahwa timnya telah melakukan Operasi Tanggap Darurat dan kordinasi bersama relawan dan dinas terkait untuk penanganan darurat ,mendata dan menginvetarisir kerusakan dan kerugian akibat kejadian bencana
Selain itu BPBD juga melakukan pemantauan dan monitoring wilayah yg terdampak bencana melalui perangkat desa , kasitrantib dan UPT BPBD ,serta melakukan Evakuasi korban banjir menggunakan perahu karet.
Bukan hanya cukup sampai di situ, seluruh elemen turut membantu mendistribusikan bantuan Logistik Sembako untuk penanganan warga yang mengungsi dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait penyaluran Logistik Permakanan untuk penanganan Pengungsian ,serta menstandby kan Mobil Dapur BPBD Kabupaten Cilacap, pungkasny. (Hasan/071)








