Taman Budaya Sumut Bermigrasi, Geliat-Geliat Karya Dream Team Teatertronic Tak Berhenti

0
636

Sumut | Konspirasi.net – Semua kenangan dipanggung itu akan di’kubur’ tanpa melati yang Kesempatan itu menjadi sebuah ruang baru bagi seniman yang selalu berkumpul ditempat itu.

Teatertronic Medan mengambil kesempatan, karena jejak kaki kami akan menjadi ‘samar’ dipanggung milik Taman Budaya yang sekian tahun kami injak; membakar ‘ kepala dan batin’ sebagai sebuah nilai bagi peradaban yang beradab.

Tidak untuk membunuh mimpi mimpinya terhadap ruang kretifitas kawan-kawan seniman.

Improvisasi dalam kasus ini tentu tak menghadirkan naskah seperti pengertiannya sendiri tanpa perencanaan yang dilakukan secara spontan untuk kekayaan Monologue teatertronic ini.

Beberapa ‘ kepala ‘ hadir menyumbangkan isinya ke dalam proses siaran tundanya. Yondik Tanto, Hafizta’adi , Budi AU, Iwan Amry, Ayat Pradipta, Sanggam Imanuel Situmorang , Roy Moningka, Kamal Nasution, Amruzal, Sujono Kantin, Syahrin Nasution, Joe Abdillah, Juarik Irawan, dan Munawar Lubis ikut mencebur kedalam.
Monolog ini tentunya disadari tidak sehebat karya karya besar lainnya. Biarlah dia menjadi sebuah proses dimusim ‘ Virtual’ untuk menyahuti emosi positip yang ‘ menggelinjang ‘ disebatang tubuh.’ itulah kreatifitas.

Dream Team Teatertronic tak takut kepada kekurangannya. Kelompok ini tak didanai oleh institusi manapun.

Keluh kesah Ungkap hati tersebut terlontar Hafizta’adi salah satu personil Teatertronic Rabu, (18/11/2020) pada Awak Media Konspirasi.net di Taman Budaya Sumatera Utara.

Jika Taman Budaya memberi ruangnya atas geliat itu, tentu ucapan rasa terima kasih, kami tulis dan balut tinta berwarna emas itulah sebuah semangat dari kumpulan kawan kawan seniman.

Nah, Monologue improvisasi ini tidak juga sebagai dosa kalau dilakukan oleh siapapun. Tetapi Dream Team yang mencebur kedalamnya tak pernah lupa untuk berpikir tentang tuntutan kualitas.

Disaat bencana gelobal dunia pandemi ini yang kami kawinkan dengan kata virtual bukanlah untuk mengatakan sebuah kejumawaan tetapi ruang yang terbentuk sebagai ruang pembelajaran yang baik untuk kami.

Dan ketika di tanya kalau mungkin untuk masyarakat Itu tanda dan sinyal bahwa teatertronic menjadi ruang bedah baru bagi kepala kawan-kawan yang terlibat Ketika ditanya tentang pendanaan kegiatan Teatertronic Bang Hafizta’adi tersenyum seraya menjawab ” kegiatan Teatertronic tidak didanai dari pihak sponsor atau pun instansi manapun.

Namun tidak menutup kemungkinan kebijaksanaan kawan-kawan perpartiisipasi dengan menyisihkan rezekinya untuk mengisi ruang geliat dan gelisah itu hingga terlaksana beberapa tayangan Teatertronic dalam konsep panggung seperti : Empat Koma Nol diperankan Lek Jauhari , Kode Sembilan Belas diperankan Amruzal , Perempuan Dibawah Bulan oleh Emma Matondang , Sutradara Kampret oleh Kamal Nasution , Kembalikan Danauku oleh Idris Pasaribu , Penghianat oleh Hadi Alimuddin Hutagalung , Black White oleh Ahmad Munawar Lubis , Betekak oleh Burhan Polka (Burhan Syarif) ada beberapa lagi tayangan yang menyusul dan kesemuanya itu dalam konsep Siaran Tunda Dream Team Teatertronic yang pelaksanaan penayangan nya di Channel YouTube pungkas Hafizta’adi.

Seterusnya dengan rendah hati kami juga ucap rasa terima kasih kepada salah seorang rekan seniman yang namanya tak mau disebutkan, beliau mengucurkan 20 gelas kopi serta 500 ribu, yang dimasukannya kedalam sebuah amplop untuk geliat dan gelisah itu.
Terima kasih bro…… Itu bayaran yang juga mahal buat kawan kawan. Kalau pun ada yang lainnya menyusul maka anda adalah mitra kerja kami dalam kamar kamar sponsor. Dan itulah kebijaksanaan bahwa anda tidak mengunci jendela dan pintu dalam diri anda untuk kesenian yang ter-marginal itu. Terima kasih juga buat kawan kawan dan para penikmat teater di kota ini; kami akan terus bergerak dalam karya dan tayangan akan meluncur terus kedepannya.

Masukan untuk kerja ini, menjadi sebuah kekayaan yang menambah kecerdasan kami nantinya. Tunggu…Harap bersabar, Pungkas Hafizta’adi. (b’nasti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here