Konspirasi.net | Washington 10/3/26 – Sepertinya menjadi presiden Amerika Serikat tidak diposisikan untuk menjadi pemimpin bangsa. Tetapi lebih merupakan jabatan manager sebuah koorporasi.
Oleh karena itu dalam memilih presidennya warga negara Amerika Serikat tidak mensyaratkan moral sebagai salah satu kriteria. Agaknya konstitusi negara mempersilahkan siapa saja bisa jadi presiden.
Tak penting latar belakang dan profesinya. Apakah dia germo. Pemilik kasino. Rumah bordil. Produsen film porno. Penerbit majalah play boy. Yang penting dia bisa membawa kemakmuran bagi warga negara Amerika Serikat.
Saya sengaja menggunakan istilah warga negara Amerika serikat. Bukan bangsa Amerika Serikat. Mereka yang mengklaim diri sebagai bangsa Amerika serikat hari ini adalah turunan imigran eropa. Mereka mendirikan negara diatas tumoukan tulang belulang dan genangan darah bangsa Indian yang mereka bantai dan rampas tanah airnya.
Pemahaman saya atas moral itu setelah membaca latar belakang bisnis yang digeluti Donald Trump. Dimsna, kecuali mengelola perjudian (kadino), Trump juga memiliki penerbitan majalah play boy. Majalah orang dewasa alias majalah porno.
Begini jawaban AI ketika saya tanya apakah Trump juga memiliki bisnis pelacuran.
“Memang tidak ada bukti kredibel atau putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Donald Trump mengelola atau menjalankan bisnis pelacuran (prostitusi).
Namun, Donald Trump memang terlibat dalam berbagai tuduhan skandal seksual, dan kasus hukum terkait perilaku seksual selama beberapa dekade, terutama dalam kaitannya dengan Jeffrey Epstein dan aktris film porno.
Kasus Pelecehan seksual terbukti secara Perdata. Pada Mei 2023, juri pengadilan Manhattan memutuskan Donald Trump bertanggung jawab atas pelecehan seksual dan pencemaran nama baik terhadap penulis E. Jean Carroll pada tahun 1990-an. Atas kasus pelecehan seksual itu dia diperintahkan membayar ganti rugi.”
AI juga menjelaskan Trump pernah bersosialisasi dengan Jeffrey Epstein. Sorang pelaku kejahatan seksual yang mengelola jaringan perdagangan seks anak pada tahun 1990-an dan awal 2000-an. Dokumen pengadilan yang dirilis tahun 2025 menunjukkan Trump terbang dengan jet pribadi Epstein beberapa kali.
Dokumen tersebut memuat tuduhan dari korban dan saksi mata yang mengklaim Trump pernah berada di rumah Epstein, namun dokumen tersebut tidak menunjukkan bahwa Trump terlibat langsung dalam jaringan perdagangan seks yang dikelola Epstein
Kecuali itu Trump pernah didakwa terkait pemalsuan catatan bisnis untuk menyembunyikan pembayaran uang tutup mulut kepada aktris film porno Stormy Daniels terkait hubungan seksual yang diklaim terjadi di masa lalu.
Tuduhan dalam “Steele Dossier”: Sebuah laporan (Steele dossier) tahun 2016 memuat klaim yang belum terbukti bahwa Trump menyewa pekerja seks di Moskow pada tahun 2013. (RP)
#pemulungsampahpolitik








