Konspirasi.Net Sebuah bom mobil meledak di Kota Ghazni, Afghanistan tengah. Ledakan itu menewaskan 14 orang, termasuk delapan anggota pasukan keamanan dan enam warga sipil.
Selain itu lebih dari 180 orang lainnya dikabarkan luka-luka. Banyak di antara mereka adalah pelajar yang baru pulang dari sebuah agenda di salah satu sekolah terdekat, seperti dikutip laman The Guardian, Senin (8/7).
Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom yang terjadi tidak jauh dari kantor dinas intelijen utama Afghanistan, Direktorat Keamanan Nasional (NDS), selama jam sibuk di Minggu siang.
Dalam sebuah pernyataan, pihak Taliban menyebut puluhan perwira NDS terbunuh dan terluka.
Serangan itu terjadi ketika para pejabat Taliban bersama sekelompok aktivis Afghanistan dan tokoh masyarakat sipil bertemu di Doha, Qatar. Mereka melakukan pembicaraan untuk membuka jalan bagi perundingan perdamaian penuh di masa depan.
“Serangan ini membahayakan anak-anak, saya sangat mengutuknya,” ujar kicauan perwakilan khusus Amerika Serikat (AS) untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad dalam akun Twitternya.
Para pejabat kesehatan di Ghazni mengatakan 13 orang dewasa, termasuk delapan anggota NDS, dan seorang anak tewas.
Selain itu, setidaknya 60 siswa yang menghadiri kelas di sekolah swasta di dekat lokasi ledakan termasuk di antara 180 orang yang terluka.
Pintu dan jendela sekolah hancur karena ledak bom itu. Anak-anak menderita beberapa luka yang disebabkan oleh pecahan kaca dan potongan kayu tajam.
“Jumlah korban mungkin bertambah karena ini bukan laporan terakhir dari mereka yang terluka dalam ledakan kuat,” kata Zaher Shah Nekmal, seorang pejabat kesehatan di provinsi Ghazni.
Ledakan itu adalah yang terbaru dalam gelombang serangan hampir setiap hari oleh Taliban, yang sekarang menguasai sekitar setengah dari luas wilayah Afghanistan.
Kelompok militan Taliban terus meningkatkan serangan terhadap pasukan Afghanistan, meskipun AS telah meningkatkan upaya menuju perjanjian damai guna mengakhiri perang 18 tahun.
(mdk/ris)








