Massa dari GMAM dan GNPF di Medan nyaris bentrok

0
395

MEDAN|konspirasi.net Ribuan massa dari dua kelompok menggelar aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara (Bawaslu Sumut) Jalan Adam Malik Medan Provinsi Sumatera Utara, Jum’at (10/5).

Gerakan Masyarakat Anti Makar, sekira pukul 10.00 Wib, dalam aksinya mendukung kinerja TNI dan Polri dalam pengamanan pemilu 2019. Menurut massa, bahwa saat ini rekapitulasi penghitungan suara tingkat Provinsi masih berlangsung.

“TNI dan Polri harus berani menindak tegas orang-orang yang melanggar hukum dan mencoba melakukan makar. Kami sebagai rakyat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara siap menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI,” teriak massa dalam orasinya.

Salah satu koordinator aksi, Wilmar Napitupulu menegaskan bahwa rakyat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara jangan mau dihasut oleh oknum tertentu yang bertujuan untuk memecah belah persatuan. Wilmar juga menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu, KPU beserta TNI dan Polri yang sudah bekerja sebagaimana fungsinya.

“Rakyat inginkan kedamaian, persatuan dan kesatuan di Indonesia khususnya bagi kami masyarakat Sumatera Utara. Jika memang ada kesalahan maupun kecurangan, silahkan dilakukan secara peraturan yang berlaku. Kami masyarakat Sumatera Utara sangat menolak adanya makar maupun people power. Mari kita semua bermusyawarah dan ciptakan perdamaian,” tegas Wilmar.

Diketahui, selang satu jam aksi Gerakan Masyarakat Anti Makar terhenti sembari menanti waktu Sholat Jum’at dan aksi berlanjut hingga pukul 16.00 Wib.

Massa dari GNPF Ulama
Sementara itu, sekira pukul 14.00 Wib, masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPFU) dalam orasinya, massa meneriakkan kecurangan Capres dan Cawapres 01 serta meminta Bawaslu mendiskualifikasi pasangan tersebut.

Sekretaris Umum GNPF Ulama Sumut, Zulkarnain menyampaikan bahwa kecurangan Pemilu 2019 sudah terlihat jelas. Kecurangan berlanjut di TPS, lalu pada perhitungan quick count. Kita menyaksikan kebohongan dan kejahatan pemilu yang terstruktur. Kita meminta Bawaslu diskualifikasi Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

“Secara hukum nomor urut 01 memenuhi syarat untuk didiskualifikasi sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Karena terbukti nyata berbuat curang dan melanggar hukum. Paslon 01 yang saat ini menjabat Presiden RI sudah memenuhi syarat diberhentikan atau dimakzulkan dari jabatannya dan mengangkat wakil presiden sebagai pejabat presiden sampai berakhir masa jabatan tanggal 20 Oktober 2019,” ungkap Zulkarnain.

Menyikapi orasi dari massa yang tergabung dalam GNPF Ulama Sumut, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengucapkan terima kasih kepada massa yang sudah hadir di kantor Bawaslu. Dirinya juga menerangkan bahwa pihak KPU maupun Bawaslu bekerja sesuai dengan Undang-undang, setiap laporan kami tindak lanjuti. Syafrida juga menjelaskan sampai saat ini penghitungan rekapitulasi suara di KPU Sumut masih belum selesai.

“Bila kami bekerja tidak sesuai Undang-undang, masih bisa melaporkan kami kepada dewan kehormatan penyelenggara pemilu yang bisa mengadili kami,” terang Ketua Bawaslu Sumut.

Dikatakan Syafrida, pihaknya pun akan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.“Apa yang disampaikan GNPF Ulama Sumut ini, sudah kami terima dan akan kami pelajari. Jika memang terbukti akan kami tindak lanjuti,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihatini menyampaikan kepada masyarakat dan pengguna jalan bahwasanya ada aksi di seputaran Kantor Bawaslu Sumut dan juga aksi di seputaran Kantor KPU Provinsi Sumatera Utara.

“Dimohon para pengguna jalan tentunya kami dari Satuan Lalu Lintas akan mengalihkan beberapa arus lalu lintas, jadi ini tentu akan mengganggu perjalanan dari para pengguna jalan. Dimohon kepada pengguna jalan dapat menggunakan alternatif jalur lain. Sehingga tidak terjebak oleh kepadatan arus lalu lintas,” ujar AKBP Juliani Prihatini.

Walaupun nyaris bentrok antara massa dari Gerakan Masyarakat Anti Makar dengan massa GNPF Ulama Sumut. Namun ribuan personil dari kepolisian yang sudah disiagakan berhasil membuat suasana kembali kondusif. Sekira pukul 18.00 Wib seluruh massa meninggalkan lokasi aksi dengan aman dan tertib.

Dalam mengawal aksi tersebut, tampak hadir PJU dan personil Polda Sumatera Utara, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi beserta PJU dan personil jajaran Polrestabes Medan dan personil TNI. (TK/konsfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here