Bank Sentral Dunia Siapkan Kebijakan untuk Hadapi Lonjakan Pasar Obligasi

0
370

Konspirasi.net – Bank sentral telah menyelamatkan ekonomi dunia dari krisis saat pandemi melanda. Sekarang mereka menghadapi bagian yang tersulit yaitu bagaimana cara mengelola pemulihan di tengah perbedaan pendapat dengan investor.

Guna mengantisipasi hal itu, bank sentral di berbagai belahan dunia berencana untuk mempertahankan bunga kredit dan rasio dana murah untuk ekspansi. Dalam dua pekan ke depan, Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa serta rekan-rekan yang ada di Jepang, Inggris, dan Kanada kemungkinan besar akan mengeluarkan kebijakan untuk memastikan pemulihan ekonomi agar terhindar dari krisis.

Disamping itu, bank sentral menyambut kenaikan hasil obligasi sebagai sinyal positif atas prospek ekonomi ke depan. Namun mereka juga khawatir akan adanya lompatan yang sukar untuk di kendalikan, sehingga dapat melemahkan program pemulihan ekonomi.

Menurut pendapat mereka, peningkatan inflasi didasarkan pada koreksi sementara dari penurunan tahun lalu. Ditambah lagi dengan jumlah angka pengangguran yang tinggi terus menahan tekanan harga di pasar.

Kepala ekonomi untuk Asia Pasifik di ING Bank NV Rob Carnell menilai, terjadinya perubahan yang terlalu mencolok dari tahun lalu, ketika dunia berupaya untuk melawan pandemi Covid-19. Sementara bank sentral menanggapi dengan bantuan moneter senilai US$ 9 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Bank sentral menghadapi tantangan baru,” kata Rob.

Bank of Canada (BOC) pertama kali mengadakan pertemuan pada 10 Maret lalu ketika pembuat kebijakan cenderung mempertahankan banyak stimulus untuk memperkuat pemulihan. Gubernur BOC Tiff Macklem menilai, pemulihan juga diiringi dengan perubahan struktural seperti melalui digitalisasi.

Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengemukakan bagaimana ekonomi di kawasan Eropa jauh tertinggal dari AS karena pelaksanaan program vaksin yang lambat dan pembatasan wilayah yang diperpanjang.

Sebelumnya, pembuat kebijakan di ECB mengejutkan investor karena meremehkan kekhawatiran mereka. Perbankan menyebut, program penerbitan obligasi cukup fleksibel untuk mengatasi pembatasan yang tidak beralasan, tetapi gagal dalam memberikan bukti bahwa mereka mempercepat penyerapan surat utang.

Kemudian giliran Bank of Japan (BOJ) pada 18-19 Maret depan akan meninjau bagaimana cara bank mengontrol atas dampak kenaikan hasil, suku bunga negatif, dan pembelian aset.

Gubernur BOJS Haruhiko Kuroda mengatakan bank sentral berusaha membuat kebijakannya yang lebih efektif melalui penyempurnaan.

Sementara bank sentral negara maju kemungkinan besar akan bersatu dalam menjalankan stimulus yang sedang berlangsung. Sementara itu, pejabat China sudah memberi sinyal sebaliknya. Ketua Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi China Guo Shuqing khawatir terhadap risiko yang muncul dari gelembung di pasar keuangan global dan sektor properti”.  |||(H3L1I)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here