Koarmada III Gelar Manlap MGSB 2026, Uji Kesiapsiagaan Operasi Hadapi Ancaman di PBD

0
10

Konspirasi.net | Sorong, PBD — Kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut kembali diuji melalui pelaksanaan Manuver Lapangan (Manlap) Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata (MGSB) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di wilayah perairan Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dan dipusatkan di kawasan Pantai Reklamasi Sorong Modern, Jalan Yos Sudarso, Kampung Baru, Kota Sorong, dengan melibatkan sekitar 100 personel dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Basarnas, Bea Cukai, Pertamina, serta sejumlah instansi terkait.

Manlap tersebut dipimpin langsung oleh Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla. Turut hadir Dankodaeral XIV Laksda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., Danpasmar 3 Mayjen TNI Mar Andi Rahmat M., Kas Koarmada III Laksma TNI Anung Sutanto, S.Sos., M.Si., M.Han., serta jajaran pejabat Koarmada III, Pasmar 3, Kodaeral XIV, TNI AD, Polri dan Forkopimda Papua Barat Daya.

Latihan dirancang untuk menggambarkan situasi kontinjensi yang membutuhkan kecepatan bertindak, ketepatan pengambilan keputusan dan kemampuan koordinasi antarsatuan. Dalam skenario latihan, unsur yang terlibat dituntut mampu merespons secara terpadu terhadap gangguan keamanan yang terjadi di wilayah perairan sekaligus memastikan keselamatan personel dan objek yang berada di kawasan tersebut.

Rangkaian latihan diawali dengan penyampaian narasi situasi latihan. Skenario kemudian berkembang dengan adanya kejadian orang jatuh ke laut dari KM Rimba Nusantara Lestari Sejahtera. Dua anak buah kapal disimulasikan terjun ke laut sehingga memicu respons cepat unsur terkait. Informasi kejadian diteruskan kepada Force Operation Command (FOC) dan unsur pencarian dan pertolongan untuk segera dilakukan penanganan.

Di tengah situasi tersebut, unsur KRI mendeteksi adanya perahu mencurigakan yang bergerak mendekati kapal. Kondisi itu menjadi bagian dari skenario ancaman yang harus direspons dengan cepat dan terukur.

Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) Kopaska kemudian diterjunkan menggunakan unsur kapal cepat untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengamanan. Tim pertama melaksanakan boarding, sementara tim kedua menjalankan pengamanan terhadap kapal dan area sekitarnya. Pada saat yang sama, unsur Satrol dan Polairud melakukan pengejaran terhadap perahu yang disimulasikan berkaitan dengan kelompok separatis bersenjata.

Melalui koordinasi antarsatuan, unsur VBSS berhasil menguasai KM Rimba Nusantara dalam skenario latihan. Tahapan tersebut menggambarkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi secara terkoordinasi, sekaligus menguji komunikasi dan respons antarelemen yang terlibat.

Latihan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan. Unsur Bea Cukai juga dilibatkan melalui skenario pemeriksaan dokumen dan manifes kapal menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30007. Keterlibatan unsur sipil dan instansi pemerintah tersebut menjadi gambaran pentingnya keterpaduan dalam menjaga keamanan, keselamatan pelayaran dan aktivitas ekonomi di wilayah perairan.

Selain itu, latihan turut menampilkan simulasi penanganan kejadian tumpahan minyak di laut yang melibatkan unsur Pertamina. Skenario tersebut memperlihatkan bahwa penanganan keadaan darurat di laut membutuhkan respons lintas sektor, bukan hanya dari unsur pertahanan dan keamanan, tetapi juga instansi yang memiliki kemampuan teknis sesuai bidangnya.

Pada tahapan berikutnya, kemampuan unsur pasukan khusus TNI AL juga ditampilkan melalui penyelesaian sasaran darat oleh Satkopaska bersama unsur Taifib Pasmar 3. Peragaan tersebut menjadi bagian dari pengujian kemampuan operasional dalam menghadapi perkembangan situasi dari laut menuju darat.

Seluruh rangkaian manuver berlangsung secara terkoordinasi hingga KM Rimba Nusantara selesai mengangkat jangkar dan bergerak menuju Dermaga Kodaeral XIV dengan pengawalan unsur KRI Mata Bongsang-873, KRI Panah-626 dan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30007.

Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin mengatakan, latihan tersebut menjadi sarana penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan krisis di wilayah tugas.

Menurutnya, profesionalisme tidak hanya dibangun melalui kemampuan masing-masing satuan, tetapi juga melalui kemampuan bekerja bersama dalam satu pola operasi yang terkoordinasi.

“Latihan ini dirancang untuk melatih kemampuan prajurit dalam menggelar aksi yang terkoordinasi, baik lintas matra maupun bersama instansi sipil, sehingga setiap unsur memiliki kesiapan yang sama ketika menghadapi potensi ancaman maupun kondisi krisis,” jelas Pangkoarmada III.

Ia menegaskan bahwa sinergitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan wilayah Papua Barat Daya dan kawasan Indonesia bagian timur. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarlembaga harus terus dibangun melalui latihan bersama maupun kegiatan operasional di lapangan.

“Situasi perairan saat ini aman dan terkendali. Namun demikian, pengawasan dan patroli penyekatan di sejumlah titik rawan tetap dilaksanakan secara intensif selama 24 jam. Hal ini merupakan bagian dari upaya mengantisipasi setiap kemungkinan gangguan keamanan,” tegasnya.

Pangkoarmada III juga menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan semata-mata ditunjukkan ketika terjadi gangguan, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan melalui latihan, evaluasi dan peningkatan kemampuan personel.

Pelaksanaan Manlap MGSB TA 2026 di Sorong sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan setiap unsur yang terlibat, mulai dari kemampuan komunikasi, kecepatan respons, pengambilan keputusan hingga koordinasi dalam menghadapi situasi yang berkembang secara dinamis.

Keterlibatan TNI, Polri, Basarnas, Bea Cukai, Pertamina dan unsur pemerintah daerah memperlihatkan bahwa upaya menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan membutuhkan kerja bersama yang solid. Dengan pola koordinasi yang semakin kuat, setiap potensi gangguan diharapkan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat dan terukur.

Koarmada III bersama seluruh unsur terkait berkomitmen mempertahankan kesiapsiagaan dalam rangka mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas di wilayah Papua Barat Daya.

Latihan tersebut berlangsung aman dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan operasional serta memperkuat sinergitas antarsatuan dan instansi dalam menghadapi berbagai bentuk kontinjensi di wilayah tugas Koarmada III. (RP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here