IMO Sumut Soroti Pentingnya Klarifikasi Berita, UPT SMPN 34 Medan : Kami Pilih Tempuh Jalur Resmi

0
16

Konspirasi.net | Medan – Persoalan pemberitaan di media sosial dan media daring menjadi salah satu topik dalam kunjungan silaturahmi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara ke UPT SMP Negeri 34 Medan, Rabu (26/8/2026).

Ketua IMO Indonesia Sumatera Utara Nuar Erde yang juga Pemimpin Umum Pena Sumut, bersama Wakil Ketua IMO Indonesia Sumut Hendri L Nainggolan yang merupakan Pemimpin Umum Bicaranews.com, diterima langsung Kepala UPT SMP Negeri 34 Medan Ersada Sembiring.

Pertemuan tersebut tidak sekadar membahas hubungan media dan lembaga pendidikan. Kedua pihak juga membicarakan munculnya sejumlah informasi mengenai sekolah yang beredar di Facebook, TikTok, dan salah satu media daring.

Ersada mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan langkah klarifikasi terhadap informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Klarifikasi tersebut, kata dia, akan disampaikan kepada pihak yang memuat informasi melalui saluran resmi.

“Kita membuat surat klarifikasi dan bantahan ke salah satu media online dan Facebook yang membuat berita tidak benar. Surat tersebut akan kita kirim ke inbox Facebook yang memberikan informasi tidak benar dan ke email salah satu media online,” kata Ersada.

Menurut dia, surat klarifikasi tersebut juga akan ditembuskan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan serta Ketua Komite UPT SMP Negeri 34 Medan.

Selain menyiapkan klarifikasi, Ersada menyebut pihaknya telah menempuh jalur hukum terkait dugaan persoalan yang melibatkan seseorang bernama Winda Siregar.

“Kita juga sudah membuat laporan atas nama Winda Siregar ke Polda Sumatera Utara,” ujarnya.

Ersada menyebut laporan tersebut tercatat dalam tanda penerimaan laporan dengan nomor STTLP/B/1414/V/202/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA. Ia berharap laporan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum sehingga persoalan yang dipermasalahkan menjadi terang.

“Saya juga berharap laporan saya bisa cepat diproses,” katanya.

Sementara itu, seorang guru UPT SMP Negeri 34 Medan yang ditemui dalam pertemuan tersebut mengaku namanya pernah dicatut dalam persoalan pinjam-meminjam uang.

Guru tersebut mengatakan dirinya tidak pernah memiliki utang kepada Winda Siregar, tetapi namanya disebut dalam komunikasi terkait pinjaman.

“Saya juga ditipu, beliau memakai nama saya. Beliau meminjam uang kepada guru dan alasannya akan dikembalikan setelah guru lain mengembalikan uang saya. Padahal saya tidak pernah meminjam uang Winda Siregar,” ujar guru tersebut.

Menurut dia, pencatutan nama guru juga terjadi ketika Winda Siregar diduga mengajukan pinjaman kepada guru lain.

“Setiap meminjam uang kepada guru dia selalu memakai nama guru lain agar bisa meminjam. Semuanya bohong,” katanya.

Atas persoalan tersebut, Ketua IMO Indonesia Sumatera Utara Nuar Erde mengatakan media memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberimbangan informasi, terlebih ketika pemberitaan menyangkut lembaga pendidikan.

Nuar menyayangkan munculnya informasi yang menurut pihak sekolah telah merugikan nama baik UPT SMP Negeri 34 Medan sebelum persoalan diklarifikasi secara menyeluruh.

“Saya sangat menyesalkan tindakan yang memburuk-burukkan sekolah UPT SMP Negeri 34 Medan,” ujar Nuar.

Menurut Nuar, penyampaian informasi kepada publik harus tetap mengedepankan verifikasi dan memberikan ruang bagi pihak yang diberitakan untuk menyampaikan penjelasan.

Silaturahmi IMO Indonesia Sumatera Utara dengan UPT SMP Negeri 34 Medan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi antara insan pers dan institusi pendidikan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi. (RP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here