Viral Pelaku Penyiram Bensin Toko di Payageli Sunggal, Menangis Saat Diperiksa Polisi

0
27

Konspirasi.net | Sunggal Deli Serdang – Aksi garang Bobby Asmara yang sempat menggegerkan jagat maya menangis saat diperiksa Polisi, yang akhirnya berujung di balik.jeruji, pria yang dikenal sebagai preman kampung ini tak lagi bisa berkutik setelah diringkus unit Reskrim Polsek Sunggal dikediamannya. Rabu (15/4/2026)

Penangkapan Bobby tak berjalan mulus, suasana sempat memanas ketika pihak keluarga mencoba menghadang petugas, adu mulut pun tak terhindarkan saat Polisi hendak membawa pelaku, meski bukti vidio akso brutalnya telah diperlihatkan.

“Memang sempat ada penghadangan dari keluarga, namun kami tetap bertindak tegas sesuai prosedur” tegas Akp Harles Gultom.

Dibalik sikapnya yang sempat beringas Bobby justru langsung “melempem dan menangis” saat diinterogasi, tanpa banyak bantahan, ia mengakui bahwa sosok dalam vidio viral yang menyiram bensin dan mengancam membakar warung adalah dirinya.

Peristiwa itu sendiri dipicu hal sepele, namun berujung serius, Bobby emosi setelah permintaannya atas uang setorannya sebesar Rp 250 ribu ditolak oleh pemilik warung Ibrahim, dalam kondisi marah, ia nekat membawa sajam, menciptakan ketakutan dilokasi kejadian.

Aksi tersebut terekam warga dan menyebar cepat di media sosial, memantik kecaman luas dari publik, banyak yang geram dengan tindakan premanisme yang dinilai meresahkan masyarakat kecil.

Kini Bobby hanya bisa tertunduk lesu, dari sosok yang sebelumnya tampil intimidatif ia berubah menjadi tersangka yang harus mempertanggungjawabkannya diruangan pemeriksaan.

Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis terkait pengancaman dan pemerasaan, dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif”.tambah Kanit Reskrim Polsek Sunggal Akp Harles Gultom.

Sementara itu, Ibrahim sang pemilik Warung mengaku awalnya diminta uang dengan dalih setoran organisasi, namun karena kondisi ekonomi yang terbatas, ia memilih menolak keputusan yang nyaris berujung petaka.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi premanisme sekecil apapun tak lagi mendapat ruang, di era digital, satu rekaman bisa menjadi bukti yang menyeret pelaku langsung kehadapan hukum. (RP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here