Diduga Beraroma Korupsi di Kampung Rejosari, Ada Apa?

0
1024

Lampung Tengahkonspirasi.net – Ironis pembangunan yang bersumber dari dana desa ( APBN 2019) di kampung rejosari Mataram kecamatan Seputih Mataram, kabupaten Lampung Tengah, diduga beraroma korupsi.

Indikasi ini diperkuat dengan adanya laporan beberapa warga kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendidik pro rakyat Nusantara (LIDIK PRO) beberapa waktu lalu. Warga meminta agar cross- chek bangunan joging trek dilapangan  yang belum selesai hingga januari 2020.

Foto: Ketua Tim Investigasi LSM LIDIK Pro Lampung Sedang Mengecek di Lokasi.

Tim investigasi yang dinahkodai M kamhar Edi Purnomo bergerak melakukan tim investigasi ke kampung rejo sari Mataram langsung bertemu ketua team pelaksana kegiatan (TPK ) Mang odeng. Saat itu, Tim invetigasi mempertanyakan langsung dimana letak lokasi pembangunan ditahun 2019 ? Mang odeng lalu menuturkan semua titik kegiatan yang tersebar di beberapa dusun.

Ketua TPK mengatakan, tahun 2019 ini kami untuk fisik kita buat lapisan penetrasi (lapen) dusun 5,6, gorong – gorong 12345, drainase dan joging trek dusun 1, onderlagh dusun 4 mas.

Kemudian, Tim invetigasi didampingi TPK mencoba melakukan penelusuran titik demi titik pekerjaan dana desa rejosari Mataram yang sangat memperhatikan adanya pembangunan lapisan penestrasi ( lapen ) lebar 3 meter panajang 1300 meter tersebar 2 dusun 5 , 6 pekerjaan baru seumur jagung ada beberpa titik lobang, tidak rata dan sudah adanya beberapa batu yang menonjol keluar dan menggunakan batu cadas merah yang mudah hancur.

Lebih parah lagi pekerjaan onderlagh / telpord didusun 4 , lebar 3 meter panjang 100 yang hancur seperti tidak adanya persiapkan saat memulai pekerjaan.

Selain itu juga Tim investigasi mempertanyakan kepada team pelaksana kegiatan ( TPK) apakah kita tidak memegang RAB / acuan kerja? Jawab TPK, saya sebagai TPK hanya nama saja kalau tahap 1 memang melalui pak lurah , sedangkan tahap 2, 3 itu semuanya pak sekretaris kampung yang ambil alih karena pak lurah cuti pilkakam kemarin mas, bebernya.

TPK, pj lurah Samirin juga itu hanya nama semunya pak. Seketaris kampung yang belanja mulai dari batu, pasir, semen, tukang. “Semuanya di Sekretaris Kampung, insentif saya semua pekerjaan hanya di kasih 300 ribu. kalau mau tanya anggaran detail semuanya disekretaris kampung,” jelasnya.

Sementara, pj lurah pak Samirin saat ditemui dikecamatan menerangkan semua program yang direncanakan sudah saya kerjakan, tapi kalau terkait anggaran itu Sekertaris kampung pak Maryono, katanya.

Terpisah, Camat Seputih Mataram bapak Eko Meidianto SPd MM saat dikonfirmasi mengatakan, setahu dia pekerjaan joging trek itu belum selesai dan itu sudah laporkan ke dinas pemberdayaan masyarakat dan kampung. “untuk temuan sampean silakan turun aja dengan pak pj lurah dan pendamping desa lina monggo silakan mas,” pinta camat.

Hingga berita ini diturunkan beberpa kali tim investigasi mencoba menemui Sekertaris kampung ( Maryono ) selalu tidak berada ditempat. Ketua DPD Lidik Pro Lampung, M Kamhar Edi Purnomo menyayangkan perilaku sekretaris kampung yang terbilang tertutup dari awak media kalau tidak salah kenapa takut, berani jujur itu hebat, pungkasnya.

(Edy doy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here