Perang Saudara antara Tentara Militer Junta dengan Pasukan Perlawanan Rakyat Myanmar

0
58

JAKARTA | Konspirasi.netSetidaknya 50 tentara junta militer dilaporkan tewas dalam dua gempuran pasukan perlawanan rakyat Myanmar sepanjang akhir pekan lalu. Media lokal Myanmar, The Irrawaddy, melaporkan bahwa kedua gempuran itu terjadi di Negara Bagian Chin dan Kawasan Magwe.

Awalnya, sekitar 200 anggota Pasukan Pertahanan Chin-Thantlang (CDF-T) dan Asosiasi Nasional Chin (CNA) mulai menyerang pos militer di Desa Lungler di dekat perbatasan dengan India pada Jumat 10 September 2021.

Namun, pasukan perlawanan rakyat itu harus mundur pada malam itu karena jet-jet junta terus menggempur mereka dari udara.

Junta Militer Myanmar Sandera 100 Anggota Keluarga Aktivis
Sehari kemudian, Sabtu 11September 2021, sekitar 400 anggota CDF dilaporkan berhasil menduduki pos militer junta di Thantlang dan mengambil persenjataan dan amunisi di dalamnya. Mereka kemudian membakar pos tersebut.

Dalam baku tembak itu, sekitar 12 tentara junta tewas, sementara 8 anggota CDF terluka.

Terpisah, pasukan perlawanan rakyat bernama Pasukan Pertahanan Yaw (YDF) dan pasukan Pertahanan Chin-Mindat (CDF-M) menyerbu pos polisi di Gangaw, Kawasan Magwe, pada Minggu 12September 2021 dini hari.

Sekitar pukul 02.00, baku tembak pecah dan lima petugas kepolisian tewas, sementara tiga anggota pasukan perlawanan rakyat terluka.

Seorang pemimpin CDF-M mengatakan kepada mereka menyerang pos polisi itu karena banyak warga sipil di sekitar daerah tersebut ditekan oleh pasukan junta.

Berdasarkan keterangan terpisah dari YDF, 30 petugas kepolisian lainnya yang dikirim ketika baku tembak terjadi juga tewas.

Meski demikian, The Irrawady tak bisa mengkonfirmasi secara independen jumlah korban dari pihak kepolisian dan militer ini.

Sepanjang 2021, politik Myanmar terus bergejolak, terutama setelah militer mengkudeta pemerintahan sipil pada 1 Februari lalu.

Setelah itu, muncul berbagai gerakan rakyat untuk menolak kekuasaan junta. Junta terus berupaya meredam, tapi rakyat juga semakin kuat membentuk pasukan-pasukan perlawanan.

Berdasarkan data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), setidaknya 1.080 orang tewas di tangan junta sejak Februari lalu.

Selain itu, nyaris 8.050 orang lainnya, termasuk pemimpin pemerintahan sipil yang dikudeta, juga ditahan oleh junta.

(( H3lmi ))

( Sumber : CNN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here