Kota Lama Kesawan dan Lapangan Merdeka yang akan dijadikan RTH sebagai paru-parunya Kota Medan

0
63

MEDAN | Konspirasi.net – Pemerintah KotaMedan akan mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka sebagai lokasi cagar budaya dan menjadikanya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT Orange Indonesia Mandiri (OIM), Yogi sebagai pihak pengelola Merdeka Walk terkait rencana renegosiasi kawasan Merdeka Walk, di Kantor Wali Kota Medan, Jumat 10 September 2021.

“Pak Wali Kota ingin Kota Medan berubah menjadi lebih baik, salah satunya mengembalikan fungsi Kawasan Kota Lama Kesawan termasuk Lapangan Merdeka yang akan dijadikan RTH sebagai paru-parunya Kota Medan,” kata Aulia.

Oleh sebab itu, kata Aulia, pihaknya berdiskusi dengan Yogi selaku Direktur PT OIM terkait dengan pemindahan tenant-tenant yang berada di Merdeka Walk.

Aulia mengatakan, rencananya tenant-tenant yang saat ini menyewa di Merdeka Walk akan dipindahkan ke kawasan Kota Lama Kesawan.

“Namun sebelum mereka dipindah, Pemko Medan akan menata dahulu kawasan Kota Lama Kesawan termasuk juga gedung Warrenhuis agar menjadi layak huni bagi pedagang, kami ingin menata kota ini dengan tetap menjaga ekosistem bisnis bagi para tenant yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT OIM, Yogi mengatakan akan segera mendiskusikan rencana ini ke tenant-tenant yang ada di Merdeka Walk.

“Setalah ini saya akan menyampaikan rencana ini ke tenant-tenant yang ada, saya juga mendukung penataan kota lama yang akan dilakukan Pemko Medan,” ujarnya.

Pengurus Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumut (KMS) Peduli Lapangan Merdeka, Burhan Batubara meminta agar lapangan merdeka sebagai tempat sakral mengumandangkan kemerdekaan pantas ditata dengan bagus.

“Lapangan Merdeka kebanggaan warga Sumut. Lapangan Merdeka ciri khas dan situs Proklamasi. Kita harus bangga dengan lapangan merdeka sebagai titik nol dan memiliki Simpang 8. Di Semarang dibanggakan Simpang 5, kita ada Simpang 8,” ujar Burhan.

Ia berharap Lapangan Merdeka dapat ditata dengan baik sehingga memiliki ruang humanis layaknya tempat sakral.

“Pemerintah dan DPRD harus sejalan dan bijaksana menyelamatkan memelihara tempat sakral itu,” harapnya.

Sebelumnya, koordinator KMS Miduk Hutabarat telah memaparkan dan menyampaikan tujuan penyelamatan Lapangan Merdeka sebagai Cagar Budaya.

Dengan adanya putusan Pengadilan Medan pihaknya sangat berharap Pemko Medan menyambut baik dan menindaklanjutinya guna menata Lapangan Merdeka.

“Penataan itu bisa bertahap tidak harus bongkar total. Tetapi dapat dimulai dari yang kecil seperti pembongkaran pagar yang pasti itu kewenangan Pemko,” kata Miduk.

“Selanjutnya Pemko Medan harus menunjukkan sikap setuju bahwa lapangan Merdeka itu sebagai Cagar Budaya. Maka dapat konsultasi dan kerjasama kepada tim ahli cagar budaya bagaimana langkah selanjutnya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan mengabulkan gugatan warga negara (citizen lawsuit) terkait Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya, Rabu 14 Juli 2021.

Majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban dalam amar putusannya menyatakan tindakan tergugat yakni Wali Kota Medan telah melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige Overheidsdaad).

“Memerintahkan Tergugat untuk menerbitkan Penetapan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya melalui Peraturan Wali Kota Medan yang menetapkan secara tegas Tanah Lapang Merdeka Medan, sebagai Cagar
Budaya,” kata Hakim dalam putusannya.

Selain itu, majelis hakim juga menghukum Tergugat untuk membayar ongkos perkara yang diperhitungkan sebesar Rp 1.610.000.

(( H3lmi ))

( Sumber : Tribun )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here