Kasus Nasi Anjing Di Terima Oleh Polres Metro Jakarta Utara

0
216

JAKARTA I Konspirasi.net Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama “nasi anjing”, walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha’labah al-Khusyani, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Memakan setiap binatang buas yang bertaring adalah haram.” (HR Ibnu Majjah)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, bahwa pihak Polres Metro Jakarta Utara terima laporan dari warga yang telah menerima nasi bungkus berlogo kepala anjing, Ahad (26/4/2020) dini hari.

Saat itu ada warga yang melapor mendapatkan bantuan berupa nasi anjing dari seorang donatur di tengah wabah virus corona.

Para warga yang menerima nasi bungkus berlebel kepala anjing itu di sekitar Masjid Babah Alun-alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pihak kepolisian akhirnya mengamankan pihak pembuat nasi bungkus berlogo kepala anjing tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa bantuan nasi bungkus itu diberikan oleh sebuah komunitas Kristen di Jakarta Barat.

Pihak pembuat mengklaim makanan itu diberikan untuk membantu warga miskin yang terdampak ekonomi karena wabah virus corona.

“Kami sudah meminta pembagi nasi bungkus untuk membuat video klarifikasi,” kata Yusri dikonfirmasi Minggu (26/4/2020).

Hasilnya dari video yang dibagikan Yusri, seorang pria bernama Andi mengaku sebagai ketua komunitas Kristen yang bernama ARK Qahal / Qahal Family tersebut.

Andi mengaku tidak ada daging anjing dalam menu nasi bungkus yang ia bagikan, dan ia mengklaim bahan-bahan dan pengolahan nasi bungkus yang dilakukan secara halal yaitu lauk sosis, cumi asin, daging ayam, dan bakso orek.

“Jadi bukan daging anjing karena kami juga enggak suka anjing. Lari malah kalau ketemu anjing,” ungkapnya dalam video yang diterima Wartakotalive.com.

Andi menjelaskan alasan memilih nama nasi anjing dimaksudkan dari porsi nasi bungkus yang dianggap lebih besar dari nasi kucing.

Sebuah video viral, menggambarkan warga dibagikan nasi anjing di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pembagian nasi anjing itu dipermasalahkan karena diberikan juga kepada warga muslim.

Video tersebut berdurasi kurang lebh 1.10 menit.

Diunggah oleh akun Mualaf.com pada Minggu (26/4/2020) sekira pukul 13.00.

Video itu sudah ditonton 2.100 kali, dengan 35 komentar, dan 132 kali dibagikan.

Tampak seorang wanita berkerudung hitam menunjukkan sebuah nasi bungkus berwarna coklat.

Dengan perekam seorang pria.

“Dikasih sama tiga orang. Namanya nasi saya ambil, namanya dikasih. Pas saya lihat nasinya ada bacaan nasi anjing,” kata wanita tersebut.

Kemudian si pria perekam melanjutkan, “buat orang yang nggak tahu, dikasih nasi bungkus kirain sembako. Tapi ini nasinya nasi anjing nih.”

Nasi bungkus itu pun sempat dibuka.

Tampak berisi nasi dan beberapa daging berwarna coklat.

Wanita itu mengaku diberi nasi tersebut di bawah kolong tol depan Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Info terakhir, pihak komunitas Kristen Qahal Family mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada unat Islam. (Awi)

Sumber: wartakota.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here