Masa Karantina, Gaya Malaysia-Taiwan Bikin Jera Pembangkang

0
22

Jakarta/Konspirasi.Net Di tengah masa pandemi virus Corona (COVID-19) ada saja warga yang nekat membangkang masa karantinanya. Untuk membuat jera, sejumlah negara pun memiliki gaya tersendiri guna menghukum para pembangkang itu.

Misalnya, Malaysia. Karantina di Malaysia diwajibkan bagi warga yang baru saja pulang dari luar negeri. Mereka dilarang meninggalkan rumah selama 14 hari, sehingga mereka yang kemungkinan membawa virus tidak akan menulari orang di sekitarnya.

Bagi mereka yang membangkang, siap-siap menerima ganjaran. Warga yang tidak mematuhi aturan karantina rumah terlebih mereka yang diwajibkan, dapat dipenjara selama dua tahun dan denda. Hukuman tersebut berlaku bagi mereka yang melakukan pelanggaran pertama kali.

Namun jika berulang, mereka akan menghadapi hukuman penjara 5 tahun atau didenda atau keduanya. Seorang pakar hukum Malaysia, Syazlin Mansor, mengatakan warga dapat didenda hingga RM 200 atau sekitar Rp 700 ribu per hari dan dihitung berdasarkan jumlah hari pelanggaran karantina.

“Pasal 15 (1) UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memungkinkan setiap pejabat memerintahkan orang untuk mendatangi rumah mereka yang dicurigai selama masa karantina,” kata Syazlin saat dihubungi Sinar Harian.

Aturan ketat itu diterapkan lantaran Malaysia yang telah me-lockdown negaranya itu percaya bahwa karantina, baik di rumah maupun di rumah sakit, dapat mengendalikan wabah COVID-19. Karantina dinilai memerankan peran penting dalam upaya menekan angka penularan wabah virus Corona.

Serupa dengan Malaysia, hukuman denda dan penjara juga menanti pembangkang masa karantina di Hong Kong. Mereka yang kabur dari tempat karantinanya terancam hukuman denda maksimum US$ 3.220 (Rp 43,4 juta) dan hukuman penjara hingga enam bulan penjara.

Ancaman hukuman itu pun bukan gertak sambal semata. Pada Selasa (18/2) lalu, dua warga Hong Kong akan diadili karena melanggar aturan karantina wajib. Mereka diketahui berusaha meninggalkan wilayah Hong Kong dalam masa karantina.

Diketahui bahwa menurut aturan karantina, semua orang yang baru berpergian ke wilayah China daratan dalam kurun waktu 14 hari saat tiba di Hong Kong, diwajibkan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Taiwan juga memiliki kebijakan yang sama. Demi membuat jera, sanksi berat diberikan kepada pembangkang masa karantina. Hukuman denda sebesar TW$ 1 juta atau setara Rp 546 juta menanti warga yang nekat melanggar aturan karantina. Hukuman denda TW$ 1 juta juga bisa digandakan bagi siapa saja yang tidak hanya melanggar karantina wajib, tapi juga ketahuan naik transportasi umum.

“Orang-orang yang ketahuan pergi ke tempat-tempat dengan banyak orang dan tempat yang tidak memiliki ventilasi yang baik, akan dikirimkan ke fasilitas pencegahan wabah terpusat dan didenda TW$ 1 juta,” tegas Wali Kota Taipei, Hou Yu-ih. “Saya tidak akan bersikap lunak,” imbuhnya.

Baru-baru ini, hukuman itu pun diterapkan kepada seorang pria di Taiwan. Pria yang tidak disebutkan namanya itu nekat melanggar perintah karantina wajib selama 14 hari terkait pandemi virus Corona, demi clubbing di kelab malam.

Padahal, dia diwajibkan menjalani karantina wajib di rumah atau (self-quarantine) selama 14 hari usai pulang dari kawasan Asia Tenggara. Namun pada Minggu (22/3) malam, dia kedapatan sedang clubbing di Taipei saat polisi melakukan pemeriksaan rutin. Akibatnya, otoritas Taipei menjatuhkan hukuman denda maksimum terhadap pria itu, karena aktivitas yang dilakukannya dianggap berbahaya.

Awal bulan lalu, hukuman yang sama juga dijatuhkan oleh pria yang terbang dari China daratan. Pria itu menolak dikarantina dan malah naik kereta kecepatan tinggi, kemudian berupaya terbang keluar Taiwan.

Taiwan sendiri memantau cukup ketat warga di negaranya yang menjalani masa karantina. Orang-orang yang ada dalam masa karantina dipantau via GPS pada telepon genggam mereka dan melalui sistem pesan singkat, dengan polisi selalu mewaspadai orang-orang yang meninggalkan apartemen mereka.

(mae/masdik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here