UGM: Banyak Pemikirannya untuk Kedokteran, Gubes Positif Corona Meninggal

0
28

Sleman/Konspirasi.Net Wafatnya Guru Besar UGM yang positif Virus Corona atau COVID-19, Prof Iwan Dwiprahasto (58) menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menilai banyak kontribusi almarhum di bidang kedokteran, khususnya bidang Farmakologi.

Dalam sambutannya pada upacara penghormatan terakhir almarhum di Balairung UGM, Panut mengatakan seluruh civitas akademika dan seluruh keluarga besar UGM sedang berduka. Mengingat guru, pemimpin dan salah seorang putra terbaik UGM dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan.

“Atas nama Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga Prof dr Iwan Dwiprahasto M Med Sc, Ph D beserta seluruh keluarga,” ujar Panut.

“Prof Iwan Dwiprahasto semoga memperoleh tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh ketabahan untuk melanjutkan perjuangan kepemimpinan Almarhum Prof Iwan Dwiprahasto,” lanjutnya.

Panut menuturkan, almarhum adalah salah satu pakar kedokteran dan putra terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dan UGM. Bahkan, banyak pemikiran almarhum yang sangat berguna bagi Bangsa Indonesia.

“Semasa hidupnya beliau memberikan banyak pemikiran dalam bidang kedokteran, khususnya bidang Farmakologi,” ucapnya.

“Kehilangan atas kepergian Beliau adalah kehilangan yang sangat mendalam bagi kita semua. Namun Beliau telah meninggalkan banyak kebaikan selama hidupnya yang Inshaallah akan menjadi pembuka pintu surga bagi Prof. Iwan Dwiprahasto,” imbuh Panut.

Menurut Panut, sumbangsih Prof Iwan begitu besar baik bagi pengembangan universitas dengan aktifnya beliau sebagai pimpinan fakultas dan universitas selama bertahun-tahun. Prof Iwan, menurut Panut dikenal sebagai sosok yang sering memberi terobosan-terobosan baru, khususnya untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di UGM.

“Selama hidupnya Prof Iwan Dwiprahasto kita kenal sebagai sosok yang santun, selalu berbicara lemah lembut, disiplin, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan,” katanya.

Karena itu, Panut mengajak sivitas UGM untuk meneruskan perjuangan almarhum selama ini.

“Tugas kita yang cukup berat beliau, untuk mampu meneruskan perjuangan mengembangkan ilmu yang telah beliau tinggalkan, meneruskan memajukan UGM yang kita cintai bersama,” ucapnya.

(sip/ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here